|
|
RSUD Yowari Dilaporkan Lakukan Malpraktek Ibu Korban: Anak Saya Patah Kaki, Kenapa Bisa Meninggal |
|
|
| Jenasah korban Yulian Neral Yanggo berbujur kaku didampingi kedua orang tuanya di ruang ICU RSUD Yowari Sentani.SENTANI–Lagi-lagi dunia medis di Papua disorot. Kali ini Rumah Sakit Umum Daera h (RSUD) Yowari Kabupaten Jayapura, diduga melakukan Malpraktek (kelalain penanganan)terhadap seorang anak SD di salah satu sekolah di Sentani bernama Yulian Naral Yanggo (10) hingga meninggal dunia, Kamis (17/6) kemarin sekitar pukul 06:00 WIT. Orang tua korban bernama Gusta Aldo Yanggo (58), menangis histeris saat mendengar anaknya telah meninggal Dunia. Yulian Naral Yonggo merupakan anak ke 9 dari 11 bersaudara, yang tengah menjalani perawatan sejak Selasa (15/6) lalu, karena mengalami patah tulang pada bagian paha kanan akibat jatuh, saat bermain bola bersama teman-temannya di halaman rumahnya, Sabtu (12/6). |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Pers Release "Jangan Asuransikan Rakyat! Jamkesmas Harus Untuk Seluruh Rakyat!" |
|
|
| |
PENGURUS NASIONAL Pers Realese Jangan Asuransikan Rakyat! Jamkesmas Harus Untuk Seluruh Rakyat! Jakarta – Semakin banyak tuntutan masyarakat agar pemerintah menjamin kesehatan seluruh rakyat Indonesia dalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Karena pemiskinan akibat dampak globalisasi, maka seluruh rakyat Indonesia harus dibebaskan 100 persen dari semua biaya pelayanan kesehatan dari puskesmas sampai rumah-rumah sakit pemerintah. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Jamkesmas Solusi Kesehatan Masyarakat Miskin |
|
|
| | Kesehatan adalah hak dan investasi, dan semua warga negara berhak atas kesehatannya termasuk masyarakat miskin. Masyarakat miskin kerap kali mendapatkan kesulitan dalam meminta haknya untuk mendapatkan pelayanan yang layak di berbagai bidang termasuk kesehatan. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
|
Gakin Ibukota Tolak Diasuransikan |
|
|
| Sebagian besar keluarga miskin DKI Jakarta menolak rencana DPRD untuk mengasuransikan pelayanan kesehatan mereka. Saat ini Sebanyak 866.360 keluarga miskin dan SKTM telah dilayani oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. "Seluruh rakyat miskin di ibukota menolak diasuransikan, karena selama ini program kesehatan GAKIN sudah membebaskan orang miskin dari biaya kesehatan kalau sakit. Kalau diasuransikan pasti akan ada iuran dan belum tentu untuk semua penyakit," kata Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jabodetabek, Agung Nugroho kepada seruu.com di Jakarta, Senin (10/5/2010). |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Asuransi Rakyat Miskin Cara Neolib Lepas Tanggung Jawab Negara |
|
|
| Jakarta - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Imam Satria mengatakan mengasuransikan rakyat miskin adalah bagian dari cara-cara neoliberal untuk melepaskan tanggung jawab negara mengurus rakyat. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Pemerintah Mulai Godok Sistem Jamkesmas |
|
|
| Jumat, 30/04/2010 15:34 WIB Pemerintah Mulai Godok Sistem Jamkesmas Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Terbitnya Undang-undang No 40/2004 mengenai Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) menimbulkan konsekuensi perombakan pada program Jaminan kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Namun, pemerintah baru mulai melakukan pembahasan mengenai hal itu.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
KEPALA DINKES DEPOK DILAPORKAN KE POLISI |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Depok, 31/3 (ANTARA) - Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, Jawa Barat, melaporkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Hardiono, ke Polrestro Depok dalam kasus pencemaran nama baik. "Kami terpaksa menempuh jalur hukum, karena Kepala Dinkes tidak mau menyelesaikan masalah ini secara baik-baik," tegas Roy Pangharapan usai membuat laporan di Polrestro Depok, Rabu.
Laporan kasus tersebut tercatat dalam surat nomor STPLP/0815/K/III/2010/PMJ/Metro Depok, tertanggal 31 Maret 2010. Dengan pihak pelapor ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Kapok Gunakan Jamkesmas |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | MASLINDA (33) warga Pangkalpinang merasa kapok menggunakan Jamkesmas. Pasalnya saat berobat menggunakan Kartu Jamkesmas ia seringkali mendapat pelayanan kurang baik dari pihak rumah sakit. Ia menceritakan pengalamannya saat mengobati anaknya di rumah sakit. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
|
Rakyat Miskin Dijual |
|
|
| Pos Kota, Selasa, 11 Mei 2010 - 5:43 WIB SETIABUDI (Pos Kota)- Rencana DPRD DKI Jakarta menyerahkan pengelolaan dana kesehatan warga miskin senilai Rp413 miliar ke perusahaan asuransi ditolak warga miskin Jakarta. Melalui Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jabodetabek, warga miskin ini melayangkan keberatannya terhadap rencana tersebut. Alasanya, menyerahkan pengelolaan layanan kesehatan ke perusahaan asuransi sama halnya mengkomersiilkan kesehatan warga miskin. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Anggota DPRD Jual Orang Miskin Ke Perusahaan Asuransi |
|
|
| Jakarta – Keluarga miskin DKI Jakarta menolak rencana DPRD untuk mengasuransikan kesehatan mereka. Kalau diasuransikan pasti akan ada iuran dan belum tentu untuk semua penyakit.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Alamak, RSCM Tolak Pasien Miskin |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | DEPOK, KOMPAS.com - Warga Kota Depok Homri Lumbangaol (42), yang menderita karsinoma sel skuamosa (kanker kulit) pada bagian penis , ditolak pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk dirawat inap, karena pasien miskin cukup menjalani rawat jalan.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Pelayanan RSUD YOWARI Dikeluhkan |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | | Pelayanan RSUD Yowari belakangan ini mulai di keluhkan masyarakat. Adanya informasi dari warga yang menyebutkan pihak RS tetap membebani pasien peserta Jamkesmas dengan tetap memintanya untuk membeli infus dan obat – obat lainnya di RS, tampak benar adanya. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
PRO KONTRA TENTANG ASPARTAM |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Oleh : Prof Dr Ir ALI KHOMSAN Guru Besar Pangan dan Gizi IPB
Beberapa waktu lalu, harian terkemuka Gorontalo Post, menurunkan berita yang judulnya cukup menarik perhatian masyarakat, "YLKI Rilis 18 Merek Minuman Berbahaya". Isi beritanya tentang penggunaan zat pemanis buatan aspartam. Dikatakan menarik karena 18 merek minuman tersebut sudah sangat dikenal masyarakat. Selain itu ada kata "berbahaya bagi tubuh manusia". Tulisan saya berikut ini mencoba mengupas aspartam yang ternyata sampai saat ini dianggap "tidak berbahaya" karena belum ada larangan resmi dari Badan POM. Diharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang, tidak bingung, dan tetap terlindungi kesehatannya.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 8 |