Jajak Pendapat

Bagaimana Pelayanan Puskesmas di Tempat Anda ?
 
P1130658.jpg

Kontak Kami

cyberpapua


Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday72
mod_vvisit_counterYesterday85
mod_vvisit_counterThis week157
mod_vvisit_counterLast week836
mod_vvisit_counterThis month488
mod_vvisit_counterLast month3073
mod_vvisit_counterAll days26868

Online (20 minutes ago): 8
Your IP: 38.107.191.104
,
Today: Sep 05, 2010

Di dukung oleh:

  
Active Search Results

Film Kami



Get the Flash Player to see this player.

Tong Gabung



07

Mei

Pemerintah Mulai Godok Sistem Jamkesmas PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh dekaer   

Jumat, 30/04/2010 15:34 WIB


Pemerintah Mulai Godok Sistem Jamkesmas
Irwan Nugroho - detikNews

 

Jakarta - Terbitnya Undang-undang No 40/2004 mengenai Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) menimbulkan konsekuensi perombakan pada program Jaminan kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Namun, pemerintah baru mulai melakukan pembahasan mengenai hal itu.
Pembahasan awal ini dipimpin oleh Wakil Presiden Boediono dalam sebuah rapat di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/4/2010). 

Rapat diikuti oleh Menteri kesehatan Endang Rahayu sedyaningsih, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepasa Bappenas, Armida
Alisjahbana, dan Kepala Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto.

"Seperti kita ketahui, kita sudah punya UU SJSN yang akan selenggarakan jaminan kesehatan, hari tua dan sebagainya. Tadi khusus bicara penggodokan awal tentang penyelenggaraan sistem jaminan kesehatan di Indonesia yang cukup komprehensif," kata Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, usai pertemuan.

Menurut Yopie, karena merupakan pertemuan perdana, rapat yang baru saja berlangsung tidak mengambil keputusan apapun. Pemerintah akan kembali bertemu untuk melanjutkan pembahasan tentang Jamkesmas pekan depan.

Namun, sempat dipaparkan mengenai hasil studi Bank Dunia yang digunakan sebagai masukan pembaharuan program Jamkesmas tersebut. Data itu antara lain berupa kebutuhan dana dan usia berapa saja dari penduduk Indonesia yang akan di-cover
oleh program tersebut.

"Contoh konkretnya kita akan memberikan jaminan kesehatan itu sampai level apa? Apakah balita? Anak usia sampai 14 tahun? atau sampai kepada manula? Kemudian kalau itu di-cover, berapa dana yang dibutuhkan?" tandas Yopie.

Ia mengatakan, studi Bank Dunia itu merupakan permintaan dari pemerintah Indonesia. Hasil studi tersebut akan dikombinasikan degan data-data lain yang akurat.

"Arahan dari bapak Wapres supaya tidak terjadi overlaping. Terus datanya juga harus akurat," pungkasnya.

(irw/gus) 


Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 07 Mei 2010 13:50 )