Jajak Pendapat

Bagaimana Pelayanan Puskesmas di Tempat Anda ?
 
P1130658.jpg

Kontak Kami

cyberpapua


Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday66
mod_vvisit_counterYesterday85
mod_vvisit_counterThis week151
mod_vvisit_counterLast week836
mod_vvisit_counterThis month482
mod_vvisit_counterLast month3073
mod_vvisit_counterAll days26862

Online (20 minutes ago): 2
Your IP: 38.107.191.102
,
Today: Sep 05, 2010

Di dukung oleh:

  
Active Search Results

Film Kami



Get the Flash Player to see this player.

Tong Gabung



08

Mei

Anggota DPRD Jual Orang Miskin Ke Perusahaan Asuransi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh dekaer   
Jakarta – Keluarga miskin DKI Jakarta menolak rencana DPRD untuk  mengasuransikan kesehatan mereka. Kalau diasuransikan pasti akan ada iuran dan belum tentu untuk semua penyakit.
Saat ini sebanyak 866.360 keluarga miskin berdasarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM ) telah dilayani oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

"Rakyat miskin di ibukota menolak diasuransikan, karena selama ini program kesehatan GAKIN sudah membebaskan orang miskin dari biaya kesehatan kalau sakit," kata Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jabodetabek, Agung Nugroho, di Jakarta, Sabtu (8/5)

Menurut Agung, dari hasil investigasi DKR Jabodetabek, ditemukan indikasi keterlibatan anggota DPRD dari salah satu partai yang mengklaim dirinya paling bersih, terlibat mendorong perubahan pelayanan kesehatan rakyat miskin dari yang tadinya ditangani langsung oleh pemerintah ke tangan sebuah perusahaan asuransi.

”Kami juga mencium ada intimidasi dan ancaman pada petugas-petugas di dinas kesehatan agar mau menyerahkan pengelolaan dana kesehatan GAKIN kepada sebuah perusahaan asuransi," ujarnya.

Kalau ini terjadi, menurut Agung Nugroho, alokasi dana APBD untuk program GAKIN sebesar Rp413 miliar ini akan diambil oleh perusahaan asuransi untuk dikelola.

”Ini artinya menggunakan dana pelayanan kesehatan rakyat miskin untuk bisnis dan diputar untuk menambah keuntungan, selayaknya bisnis asuransi. Sehingga dalam kenyataannya akan meningkatkan lagi penolakan rumah-rumah sakit terhadap pasien yang diasuransikan agar keuntungan perusahaan asuransi semakin besar,”  tegasnya.

Agung Nugroho berharap Gubernur DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan tidak ikut terlibat "menjual" orang-orang miskin yang sakit ke tangan perusahaan asuransi.

”Pemerintahlah yang harus menjalankan program jaminan kesehatan rakyat sebagai pemenuhan UUD45 pasal 28H dan pasal 32, kok malah DPRD yang sudah dipilih rakyat malah menjual rakyat. Emang dibayar berapa mereka,” ujarnya.

(aka)

http://www.primaironline.com/berita/sosial/anggota-dprd-jual-orang-miskin-ke-perusahaan-asuransi