Jajak Pendapat

Bagaimana Pelayanan Puskesmas di Tempat Anda ?
 
P1140931.jpg

Kontak Kami

cyberpapua


Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday73
mod_vvisit_counterYesterday85
mod_vvisit_counterThis week158
mod_vvisit_counterLast week836
mod_vvisit_counterThis month489
mod_vvisit_counterLast month3073
mod_vvisit_counterAll days26869

Online (20 minutes ago): 9
Your IP: 38.107.191.102
,
Today: Sep 05, 2010

Di dukung oleh:

  
Active Search Results

Film Kami



Get the Flash Player to see this player.

Tong Gabung



18

Jun

RSUD Yowari Dilaporkan Lakukan Malpraktek Ibu Korban: Anak Saya Patah Kaki, Kenapa Bisa Meninggal PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh dekaer   

Jenasah korban Yulian Neral Yanggo berbujur kaku didampingi kedua orang tuanya di ruang ICU RSUD Yowari Sentani.SENTANI–Lagi-lagi dunia medis di Papua disorot.  Kali ini Rumah Sakit Umum DaeraRSUD YOWARI JAYAPURAh (RSUD) Yowari Kabupaten Jayapura, diduga melakukan Malpraktek (kelalain penanganan)terhadap seorang anak SD di salah satu sekolah di Sentani bernama Yulian Naral Yanggo (10) hingga meninggal dunia, Kamis (17/6) kemarin sekitar pukul 06:00 WIT.

Orang tua korban bernama Gusta Aldo Yanggo (58), menangis histeris saat mendengar anaknya telah meninggal Dunia. Yulian Naral Yonggo merupakan anak ke 9 dari 11 bersaudara, yang tengah menjalani perawatan sejak Selasa (15/6) lalu, karena mengalami patah tulang pada bagian paha kanan akibat jatuh, saat bermain bola bersama teman-temannya di halaman rumahnya, Sabtu (12/6).


“Kenapa anak saya meninggal, padahal hanya patah kaki, pasti ada Mal Praktek di Rumah Sakit ini (Yowari, red),” kata orang tua korban Gusta Aldo Vianggo dengan nada tinggi. Kasus tersebut langsung ditangani jajaran Polres Jayapura untuk diproses, apakah benar ada dugaan Mal praktek atau benar benar meninggal karena takdir tuhan yang maha kuasa.  Kapolres Jayapura AKBP Matius Fakiri SIK melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP M Ridwan mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan data-data dari keluarga korban dan memanggil sejumlah perawat terutama dokter yang menangani pasien tersebut.“Kami masih mengumpulkan data-data terkait kematian korban, dengan memintai keterangan dari sejumlah perawat dan dokter, serta menunggu hasil otopsi penyebab kematian anak tersebut” ujarnya pada wartawan.

Sementara Direktur RSUD Yowari dr Nico Barends saat dihubungi Bintang Papua kemarin mengatakan, dirinya belum bisa memberikan keterangan resmi terkait dugaan mal praktek seperti yang dikeluhkan warga tersebut.Namun Niko Barends mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan segala tenaga medis yang menangani pengobatan terhadap anak yang meninggal itu, dan rencananya besok (hari ini red) baru pihaknya akan memberikan keterangan resmi tentunya melalui Dokter yang langsung menangani pelayanan medis tersebut.  Karena menurut Barends secara teknis Dokter tersebutlah yang mengetahui secara persis penyebab kematian bocah malang tersebut.(jim)

 

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 07 Juli 2010 18:20 )