Siti Fadilah: Surat Penunjukan Itu PalsuJakarta - Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari kembali membantah telah memberikan perintah atau rekomendasi kepada Mulya Hasjmy terkait penunjuan langsung penanggulangan kejadian luar biasa di Kutacane, Aceh dan RSPI Dr. Soelianti Saroso.
Konspirasi Namru-2 Zholimi Siti FadilahPERS RILIS
16 Ribu Warga Biak belum Terdata JamkesmasBiak - Sekitar 16 ribu warga kabupaten Biak Numfor, Papua hingga 2010 belum terdata dalam program pelayanan jaminan kesehatan masyarakat.
Jamkesmas untuk Seluruh Rakyat Perlu Kemauan PolitikMetrotvnews.com, Jakarta: DPR memutuskan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) buat seluruh rakyat. Jaminan ini penting untuk memberikan kemudahan bagi rakyat berobat ketika terkena penyakit. Namun, untuk mewujudkan itu semua diperlukan kemauan politik (political will) dari pemerintah. Hal itu diutarakan Wakil Ketua DPR bidang Kesejahteraan Rakyat Taufik Kurniawan di Jakarta, Kamis (26/8). Ia mengaku prihatin atas penanganan pasien berkategori miskin. Selama ini, pasien sering sekali ditelantarkan oleh pihak rumah sakit dengan alasan prosedural. Padahal, yang terpenting bagi pasien miskin adalah tertolongnya jiwa.
5000 Warga Papua Kena AIDS, Termasuk TNI dan PolisiJayapura [PAPOS]- Diperkirakan warga Papua yang positif mengidap HIV/AIDS hingga Agustus 2010 diatas 5.000 jiwa. Peningkatan jumlah ini cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.
''Dinas Kesehatan belum memberikan data resmi, tapi diprediksikan jumlah pengidap HIV/AIDS di Papua meningkat tajam. Jika September tahun lalu masih sekitar 4.600 jiwa, kali ini diperkirakan di atas 5.000,'' ucap Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Papua, Costan Karma, usai pelantikan dirinya sebagai Sekda Provinsi Papua, Jumat lalu di Genung Negara Jayapura. Dengan jumlah yang terus meningkat, virus HIV/AIDS masih momok yang menakutkan di Papua. Untuk itu diharapkan masyarakat dapat berprilaku baik dan ingat selalu memakai Kondom. ''Semua pihak harus memberikan perhatian, agar bisa menekan angka peningkatan dan penyebaran virus mematikan ini,'' tambah dia. Dengan jumlah diatas 5.000 jiwa yang positif HIV/AIDS, Papua berada diurutan ke-5 dari seluruh provinsi di Indonesia. Tapi, jika dihitung berdasarkan persentase penduduk, Papua urutan pertama. Jumlah penduduk Papua 2,8 juta yang positif HIV/AIDS diatas 5.000 jiwa. Menurut Costant, penyebaran HIV/AIDS di Papua masih didominasi melalui hubungan seks secara sembarangan. Sebelumnya, Pangdam 17 Cenderawasih Mayor Jenderal Hotma Marbun membeberkan ada sekitar 144 personil TNI di jajarannya yang positif terinfeksi HIV/AIDS. Polda Papua hingga kini belum membeberkan secara resmi berapa jumlah personilnya yang positif HIV/AIDS. Sementara Humas Polda Papua Kombes Wachyono ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk tahun ini pihaknya belum mendata berapa anggota polisi yang positif HIV/AIDS. ''Kami belum melakukan tes, jadi belum mengetahui secara pasti berapa jumlahnya,'' kata Wachyono. Mengenai bagaimana dengan data tahun 2009, Wachyono mengatakan, akan mencoba mengkonfirmasi ulang ke Dokkes Polda Papua. ''Nanti saya akan cek, berapa jumlah yang positif HIV/AIDS,'' ujar dia. [vv/anyong] |
Sedikitnya 2000 Warga Paniai Saat Ini Kena MalariaPaniai - Lebih dari dua ribu warga di Kabupaten Paniai, Papua terserang penyakit malaria dalam kurun Januari - Maret 2012. Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai Demianus Pekei mengatakan kasus malaria paling banyak ditemukan di tiga distrik, yaitu Bogobaida, Duma Dama, dan Siriwo.
Yusril: Jangan Politisasi Kasus Siti FadilahJakarta, Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang menjadi tersangka dalam kasus pengadaan alat kesehatan 2005 tidak terkait dengan politik. "Kami menganggap kasus ini adalah murni kasus hukum, karena itu harus dijauhkan dari kepentingan-kepentingan politik yang mungkin bermain dibalik kasus ini," kata pengacara Siti Fadilah Supari, Yusril Ihza Mahendra dalam rilis kepada wartawan, Jumat (20/4). **Wow...Menkes Bisa Belanja Rp.19 Miliar Per Tahun**Tue, 21 Sep 2010 09:48:00 WIB*Insaf Albert Tarigan *- Okezone Lembaga swadaya masyarakat, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran(Fitra) mengatakan, anggaran operasional Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam setahun mencapai Rp 19 miliar.Rinciannya, untuk tersedianya jamuan tamu sebesar Rp.1.363.160.000, operasional Menkes Rp. 2.400.000.000, pembinaan dan kunjungan kerja pimpinan Rp.7.862.500.000, dengar pendapat dengan organisasi sosial /lembaga/tokohmasyarakat Rp. 323.000.000, fasilitas kebutuhan kerja pimpinan Rp.911.100.000, peralatan habis pakai pimpinan Rp.102.000.000, bahan penunjang kunjungan kerja pimpinan Rp. 108.000.000 dan perjalanan ke luarnegeri sebesar Rp. 6.000.000.000. Dengan kata lain, tiap bulan ia bisa membelanjakan sebanyak Rp. 1,5 miliar atau kalau mau setiap hari, bisa belanja sebanyak Rp. 52 juta.
Program Kampanye HIV/AIDS Perlu Follow UpSpanduk dan Baliho satu alat kampanya. (Foto/Jubi : Eveerth Joumilena)
Kampanye HIV 2010 dengan tema “Kitorang Pangaruh, Mari Betanggungjawab Untuk HIV”, yang di canangkan KPA Papua,belum lama ini telah membawa harapan baru bagi pemberantasan penyakit HIV/AIDS di tanah Papua. Namun hal ini baru ditindaklanjuti dengan follow up atau tindakan nyata dan bukan hanya sekadar wacana saja. JUBI --- Kampanye HIV 2010 se – Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat), merupakan program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua dengan melibatkan pihak-pihak terkait dalam kampanye ini, yakni mencanangkan kampanye pencegahan penyakit HIV/AIDS pada kelompok pria berusia 15-49 tahun. Hal ini diungkapkan Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu belum lama ini di Jayapura. Gubernur Papua, yang akrab disapa Kaka Bas juga mengakui penyebaran virus HIV-AIDS di Papua sudah sampai ke populasi masyarakat umum dan terbanyak penyebarannya di usia antara 15-49 tahun atau usia produktif. “Mari kita berantas ancaman penyakit ini di Papua,” ungkap Gubernur Suebu saat launching Kampanye HIV di Papua untuk tahun 2010, di Jayapura.
RSUD Yowari Dilaporkan Lakukan Malpraktek Ibu Korban: Anak Saya Patah Kaki, Kenapa Bisa MeninggalJenasah korban Yulian Neral Yanggo berbujur kaku didampingi kedua orang tuanya di ruang ICU RSUD Yowari Sentani.SENTANI–Lagi-lagi dunia medis di Papua disorot. Kali ini Rumah Sakit Umum Daera Orang tua korban bernama Gusta Aldo Yanggo (58), menangis histeris saat mendengar anaknya telah meninggal Dunia. Yulian Naral Yonggo merupakan anak ke 9 dari 11 bersaudara, yang tengah menjalani perawatan sejak Selasa (15/6) lalu, karena mengalami patah tulang pada bagian paha kanan akibat jatuh, saat bermain bola bersama teman-temannya di halaman rumahnya, Sabtu (12/6).
|
- Di Yapen, Sembilan Kampung Rusak Parah
- Tolak Kebijakan Perubahan Jamkesmas ke Asuransi
- Pers Release "Jangan Asuransikan Rakyat! Jamkesmas Harus Untuk Seluruh Rakyat!"
- Jamkesmas Solusi Kesehatan Masyarakat Miskin
- Gakin Ibukota Tolak Diasuransikan
- Rakyat Miskin Dijual
- Asuransi Rakyat Miskin Cara Neolib Lepas Tanggung Jawab Negara
- Anggota DPRD Jual Orang Miskin Ke Perusahaan Asuransi
- Pemerintah Mulai Godok Sistem Jamkesmas
- Alamak, RSCM Tolak Pasien Miskin


h (RSUD) Yowari Kabupaten Jayapura, diduga melakukan Malpraktek (kelalain penanganan)terhadap seorang anak SD di salah satu sekolah di Sentani bernama Yulian Naral Yanggo (10) hingga meninggal dunia, Kamis (17/6) kemarin sekitar pukul 06:00 WIT.