|
|
Yahukimo Kelaparan, Bupati Disalahkan |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | JAYAPURA – Anggota DPR RI terpilih dari Pegunungan Tengah, Dias Kwijangge menyalahkan Bupati Yahukimo dan jajarannya bila benar ada bencana kelaparan di kabupaten tersebut yang merenggut puluhan nyawa. Hanya saja Dias menyayangkan tidak adanya laporan dari masyarakat setempat ke pemerintah soal bencana kelaparan tersebut. “Kalau itu benar terjadi berarti pemerintah setempat dan anggota dewannya memang kurang perhatian kepada rakyatnya,” katanya ke Ferdius Itlay dari Bintang Papua melalui telepon genggamnya. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Gudang Obat Dinkes Sarmi Ludes Terbakar |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | SARMI - Gudang obat Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi, Mnggu pagi (30/8) pukul 05.30 wit terbakar. Bangunan yang terletak di Kota Baru Petam menyimpan sisa stok obat tahun lalu. Belum bisa dipastikan penyebab kebakaran tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi, L.I.Brecht Maspaitella, M.Kes kepada Bintang Papua mengatakan, sisa obat yang terbakar itu diantaranya cairan –cairan infus dan alat –alat kesehatan dan komputer. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Bidan RSUD Dok II Mogok, DPRP Salahkan Manajemen |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | JAYAPURA – Mogoknya bidan RSUD Dok 2 Jayapura (Selasa, 1 September) berbuntut panjang di DPR Papua. Anggota dewan justru menyalahkan manajemen rumah sakit yang hingga sekarang belum membayar insentif untuk bidan dan perawat. “Direktur RSUD Dok 2 jangan cuci tangan atau melempar tanggung jawab tentang permasalahan–permasalahan yang selama ini terjadi,” kata Anton Poli SH, anggota Komisi E DPR Papua kepada Bintang Papua, Rabu 2 September. Direktur, sambung Poli, harus bertindak cepat dalam menangani masalah–masalah yang selama ini terjadi di RSUD Dok 2. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Mogok Total Bidan RSUD Dok II Telantarkan Pasien dan Bayi |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Kepala Ruangan Kebidanan RSUD Dok II Jayapura, Frederika Karubaba
JAYAPURA – Ada masalah harusnya dibicarakan. Ada persoalan pun harusnya diselesaikan. Menunda penyelesaian bisa berakibat fatal. Inilah yang terjadi saat 13 bidan RSUD Dok II yang masuk pagi ramai-ramai mogok kerja, Rabu 1 September. Parahnya lagi, aksi pemogokan 13 bidan shift pagi disusul shift sore dan malam. Hingga tadi malam, aktivitas beberapa ruangan dijalankan bidan magang. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Kekurangan Tenaga Medis |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | BIAK NUMFOR - Program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu di kabupaten Biak Numfor bakal tersendat, pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengaku hingga saat ini masih kekurangan tenaga medis. Pernyataan ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Drs Sefnath Korwa, MS, kepada Bintang Papua di Biak menyikapi program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu di Provinsi Papua.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
|
Warga Keluhkan Pelayanan Dokter RS Yowari |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | SENTANI—Ny. Ornince Wakerkwa, (31) warga Koya hanya bisa menahan kekecewaannya saat berobat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Yowari Kabupaten Jayapura. Pasalnya, pelayanan dokter yang menanganinya saat berkonsulati untuk berobat dinilai tidak memuaskan. Padahal sakit yang dideritanya sudah terbilang lama, yakni satu tahun lebih. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Pengakuan Orang Tua Bayi Hidrosefalus Terkait Mahalnya Biaya Obat di RSUD Yowari |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Dir. RSUD Yowari : Bawa Bukti Pembayaran, Bisa Diklaim
SENTANI - Pengakuan orang tua bayi pengidap hidrosefalus yang saat ini tengah ditangani intensif di RSUD Dok II Habel Sasbe dan Yohana Sasbe warga dari Distrik Unurum Guay bahwa mereka selama ditangani di RSUD Yowari tidak gratis alias harus mengeluarkan uang untuk beli obat di tanggapi oleh Direktur RSUD Yowari dr. Nikodemus Barends, M.Kes. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Belum Selesai Dicatat Wartawan, Pengumuman Pemenang Tender di RSUD Dok II Sudah Di Copot Dari Dinding |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Panitia Lelang “Buta” Soal Proyek Pengadaan Bama untuk Pasien Senilai Rp. 4,6 M
JAYAPURA --- Ketidaktransparanan dan sikap tertutup manajemen RSUD Dok II Jayapura terhadap beberapa kegiatan – kegiatan mereka yang bersumber dari dana APBD 2009 bukan hanya terhadap pihak luar, bahkan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa RSUD Dok II pun tidak mengetahui secara pasti (“buta”-red) tentang dana sebesar Rp. 4.653.750.000 yang diperuntukkan bagi pengadaan bahan makanan untuk penderita termasuk juga Panitia Pengadaan Bahan Makanan 2009 juga tidak mengetahui tentang tender untuk kegiatan dimaksud. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Direktur dan Wakil Direktur Urusan SDM Bicara Soal Manajemen RSUD Dok II |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Sistem Tender, Sitem Informasi Komunikasi dan Sistem Pembiayaan Masih Kacau
JAYAPURA – Direktur RSUD Dok 2 Jayapura, dr Mauritz Okasaray akhirnya angkat bicara soal manajemen rumah sakit umum Dok II Jayapura. Ia mengungkapan fakta adanya kesulitan pencairan dana operasional rumah sakit. Sementara Wakil Direktur III Urusan SDM, Dr. I Gde Tirtayasa, Sp.b mengungkapkan fakta: buruknya sistem tender yang dilakukan RSUD Dok II Jayapura. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Program Kesehatan Kabupaten Sarmi Terbaik di Indonesia |
|
|
| SARMI-Program kesehatan di Kabupaten Sarmi merupakan program kesehatan yang terbaik di Papua, bahkan di Indonesia. Pasalnya program kesehatan di Kabupaten Sarmi ini memiliki keunggulan, yaitu Pemkab Sarmi menggunakan basis Puskesmas untuk pelayanan dasar sampai pelayanan medis spesialis.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
|
Tolikara Kekurangan Dokter |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | | JAYAPURA—Kabupaten Tolikara saat ini membutuhkan sekitar 30 dokter untuk disebar di 30 distrik. Artinya dalam satu puskesamas tersedia satu dokter jaga. Hal itu diungkapkan Kepala puskesmas Plus kabupaten Tolikara, Dokter Nicodemus Kogoya. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Lima Hari Lalu Pemprov Sudah Transfer Dana Operasional RSUD Rp. 15 Miliard |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | GUBERNUR SEGERA PANGGIL DIREKTUR RSUD DOK II
JAYAPURA – Gubernur Provinsi Papua Melalui Asisten I Setda Provinsi Papua Drs Elieser Renmaur MM Kepada Bintang Papua Jumat ( 28/8),di ruang kerjanya, mengatakan dalam waktu dekat ini Gubernur akan memanggil Direktur RSUD Dok II dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua serta beberapa instansi terkait guna meminta penjelasan permasalahan yang terjadi di rumah sakit pemerintah itu. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Tiga Karyawan RSUD Dok II Demo |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Tuntut Uang Intensif Jamkespa dan Jamkesmas Dinaikan
JAYAPURA - Tiga karyawan yang mengklaim dirinya delegasi ratusan tenaga medisdan tenaga penunjang RSUD Dok II Jayapura, Kamis siang 27 Agustus, menuntut rumah sakit menaikan uang insentif Jaminan Kesehatan Papua (Jamkespa) dan Jamkesmas. Hal ini disebabkan uang intensif yang akan mereka terima dinilai sangat kecil. Tiga orang ini adalah: Lutrina Rumbako, Ros Nasembi dan Lenny Ebe. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Curahan Hati (Curhat) Perawat Yang Tak Dibayar Insentifnya |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Mereka Kesal dan Jengkel Dengan Manajemen Rumah Sakit-nya
Bukan gaji yang sebenarnya tak dibayarkan ke mereka. Hanya insentif. Namun dibalik itu semua, ada kekesalan dan kejengkelan yang selalu dipendam perawat-perawat ini. Oleh: Veni Mahuze |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Kesejahteraan Minim, Pegawai RSUD Dok II Protes |
|
|
| 27 Agustus 2009 22:23:00 JAYAPURA-Ironis memang, meski melalui dana Otsus Papua, pemerintah telah menjadikan kesehatan sebagai salah satu program prioritas, namun sejumlah masalah pelayanan kesehatan sampai kesejahteraan petugas rumah sakit belum juga bisa terjawab. Seperti yang terjadi di RSUD Dok II Jayapura sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Provinsi Papua. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 5 dari 9 |