|
|
Bayi Kepala Air Ditinggal Orang Tuanya di RSUD Dok II |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | BAYI HIDROSEFALUS. Bayi ini mengidap hidrosefalus, atau lebih dikenal dengan “kepala air.” Ia ditinggal sendirian oleh orang tuanya yang tak bertanggung jawab di RSUD Dok II Jayapura sejak 10 Juli 2009. Dokter yang merawat si bayi, dr. James Timothi berharap agar orang tua si bayi datang, sehingga dokter bisa melakukan tindakan medis lebih jauh.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Kesehatan Papua Butuh Dana Otsus Lebih |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | JAYAPURA— Enam puluh empat tahun sudah Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia telah merdeka, namun, kesehatan di Provinsi Papua belum merdeka dan sangat memprihatinkan. Dr. Arwam Hermanus,SE,M.Kes Pembantu Direktur III Poltekes Jayapura mengaku “Hingga saat ini persoalan kesehatan di tanah Papua masih belum sesuai dengan amanah Otonomi Khusus (Otsus), terutama saat di berlakukannya UU nomor 21 tahun 2001. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Fungsi Seorang Direktur (Manajer) |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | TERKUAKNYA penyebab masalah stok bahan makanan yang menipis di RSUD Dok II Jayapura menjadi catatan buruk dalam fungsi-fungsi manajerial dalam pengelolaan rumah sakit. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan DPR Papua, Direktur RSUD Dok II Jayapura mengemukakan, tipisnya stok makanan karena bagian dapur tak mengambil uang yang telah disediakan bagian keuangan. Alasan ini terdengar lucu dan aneh. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Stok Bama Habis, RSUD Dok II Kasih Pasien Bubur Kosong |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Cairan dan Jarum Infus Habis, Untuk Bayi Dipake Orang Dewasa
Devi Mailoa baru saja selesai menjalani operasi caesar. Bayi yang dikandungnya tak bisa lahir secara normal. Beberapa hari rawat inap di RSUD Dok II Jayapura, ia tak diberi makanan yang layak konsumsi. Oleh: Veni Mahuze JAYAPURA – Yohan Yoboisembut adalah salah satu perawat yang bertugas di Bangsal Penyakit Dalam Pria RSUD Dok II Jayapura. Siang itu ia sedang bertugas melayani pasien yang rawat inap di bangsal tersebut. "Sejak hari Sabtu (22 Agustus lalu) para pasien rumah sakit dok II Jayapura tidak mendapatkan jatah makanan selayaknya orang sakit yang dirawat di Rumah sakit," katanya, Senin 24 Agustus. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Ada Indikasi Korupsi, Manajemen RSUD Dok II Harus Diaudit ! |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | JAYAPURA – Melihat sejumlah permasalahan yang melilit manajemen RSUD Dok II Jayapura yang berdampak pada pelayanan masyarakat seperti diungkap oleh Bintang Papua mulai dari belum terbayarkannya hak cleaning service beberapa waktu lalu, kekurangan obat-obatan, bahan makanan, gaji perawat belum di bayar selama enam bulan dan sebagainya menunjukkan bahwa ada yang “tidak beres” dengan pengelolaan keuangan.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
|
Dinilai Bertanggung Jawab Atas Buruknya Manajemen |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Direktur RSUD Dok II Sudah Saatnya Diganti JAYAPURA - Dewan Kesehatan Rakyat Papua (DKRP) mendesak agar Direktur RSUD Dok II Jayapura, dr Mauritz Okasaray segera diganti. Dokter Mauritz dinilai tak mampu lagi memimpin manajemen rumah sakit sekelas RSUD Dok II Jayapura. Dokter Mauritz juga dinilai bertanggung jawab atas buruknya kinerja manajemen rumah sakit. Sekjen DKRP Samuel Awom mengatakan, direktur RSUD Dok II Jayapura saat ini tidak mampu dan tidak mengeri tentang administrasi kesehatan dan prinsip-prinsip dalam berorganisasi. “Sehingga manajemen amburadul dan tidak tepat sasaran,” katanya kepada Bintang Papua di ruang kerjanya, Rabu 26 Agustus. Awom menyampaikan agar Gubernur Barnabas Suebu bisa mengadakan evaluasi kinerja manajemen. “Mulai dari masalah mentelantarkan pasien, obat-obatan yang tidak tersedia dan peralatan-peralatan medis yang tidak memadai, serta tidak dibayarnya upah para perawat selama enam bulan,” katanya. Awom juga mendukung agar pemerintah membentuk tim audit independen, melibatkan semua unsur terkait.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Stock Beras Di RSUD Dok II Jayapura Nyaris Habis, Sejumlah Pasien Mengeluh |
|
|
| | Sunday, 23 August 2009 23:33 JUBI----Devi Mariani (30) salah satu pasein bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di dok II Jayapura, Papua, mengatakan kehabisan stock beras di rumah sakit tersebut mengakibatkan sejumlah pasien mengeluh. Tak hanya itu,kata dia, hingga saat ini pihak rumah sakit hanya memberi pasien bubur sejak Sabtu (23/8) kemarin. Hal tersebut diungkapkanya saat menghubungi JUBI melalui via ponselnya, Minggu (24/8) |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Evolusi dan Mutasi Virus Influenza |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Januari 1976. Musim dingin sedang pada puncaknya dengan salju bertaburan di Fort Dix, sebuah pusat latihan Angkatan Darat Amerika Serikat di New Jersey. Sungguh sial nasib prajurit David Lewis (18). Ia tak bisa ikut merayakan HUT ke-200 negaranya karena ia tewas akibat tetap ngotot mengikuti latihan berat bersama peletonnya walaupun ia menunjukkan gejala terjangkit flu: pusing, mual, lelah, demam, dan nyeri otot. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
DI KOTA SORONG TERJADI PENINGKATAN PASIEN DIARE DALAM SEPEKAN TERAKHIR |
|
|
| DI KOTA SORONG TERJADI PENINGKATAN PASIEN DIARE DALAM SEPEKAN TERAKHIR Dalam sepekan terakhir yakni sejak tanggal 2 Agustus s/d 7 Agustus 2009, jumlah pasien Diare di Kota Sorong mengalami peningkatan yang cukup siginifikan. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
KESEHATAN, DEMOKRASI & HAK-HAK EKOSOSBUD: BELAJAR DARI RINTISAN DOKTER ”CHE” |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Sebuah makalah dibawahkan oleh George Junus Aditjondro, pada Kongres Nasional I, Hukum Kesehatan di Jakarta , 27-29 Mei 2009 yang lalu. Dalam makalah ini semoga saja bermanfaat bagi kita semua, kawan-kawan Dewan Kesehatan Rakyat dimana saja berada. SEHAT adalah HAK ASASI MANUSIA, selamat membaca |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
|
Di Genyem, Sejumlah Warga Masih Bayar Biaya Kesehatan |
|
|
| Tuesday, 25 August 2009 14:08 JUBI---Sejumlah warga asal Kampung Genyem, Distrik Namblong Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua masih membayar biaya kesehatan. Diantaranya, biaya pembelian obat dan adminisitrasi. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Pasien Miskin Dan Tidak Mampu di Manokwari Papua Barat Masih Harus Membayar Biaya Pelayanan Kesehatan di Puskesmas |
|
|
| Ternyata sampai dengan saat ini pasien maskin dan tidak mampu di Manokwari Papua Barat masih saja mengeluh karena harus membayar biaya pelayanan kesehatan yang diberikan pihak Puskesmas. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
SIKAP TEGAS DEWAN KESEHATAN RAKYAT DALAM GARIS KEBIJAKAN UMUM MENYIKAPI SITUASI DAN KONDISI KESEHATAN NASIONAL |
|
|
| | SIKAP TEGAS DEWAN KESEHATAN RAKYAT DALAM GARIS KEBIJAKAN UMUM MENYIKAPI SITUASI DAN KONDISI KESEHATAN NASIONAL Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) yang baru-baru ini melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional I tnaggal 1 Juli 2009 yang dilaksanakan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, berhasil mengambil sikap tegas dalam arah kebijakan umum melihat siatuasi dan kondsi kesehatan secara umum di Indonesia. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Tahun ini, Biak Dapat 7 Dokter PTT |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | BIAK- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor Drs Sefnat Korwa mengungkapkan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan di Biak Numfor ini masih belum seimbang dengan jumlah tenaga dokter yang ada. Pasalnya, sampai saat ini jumlah tenaga dokter masih sangat terbatas. Oleh karena itu, Kabupaten Biak Numfor setiap tahunnya masih mendapat jatah dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari pusat, dimana untuk tahun 2009 ini memperoleh 7 orang tenaga dokter PTT. |
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
Tolikara Butuh Tenaga Medis |
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
| | Jayapura - Kabupaten Tolikara–Papua membutuhkan sekitar 30 dokter untuk disebar di 30 distrik, sehingga satu puskesmas layaknya harus tersedia satu dokter jaga. Menurut Kepala Puskesmas Plus Kabupaten Tolikara, dr Nicodemus Kogoya, hingga saat ini Kabupaten Tolikara hanya memiliki 12 dokter.
|
|
SELANJUTNYA >>>
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 6 dari 9 |